Manisnya Mangga Agrimania asal Indramayu Tembus Eropa dan Timur Tengah
Mangga agrimania, mungkin Anda baru mendengarnya. Memasuki musim kemarau, saatnya panen buah mangga Agrimania khas panturaIndramayu, Jawa Barat.Bisnis mangga Agrimania semanis dagingnya.
Mangga Agrimania asal Indramayu ini telah menembus pasar Eropa, Timur Tengah, dan sejumlah daerah di Tanah Air. Maka tak heran saat memasuki musim panen, omzet petani dari penjualan buah ini pun meningkat drastis hingga ratusan juta rupiah.
Urip, salah seorang petani mangga Agrimania, warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Indramayu memiliki 12 hektare tanaman buah mangga Agrimania.
Di musim kemarau saat ini tanaman mangga Agrimania miliknya mulai berbuah dan siap dilakukan panen raya pada November mendatang.
Dalam sekali panen, biasanya mangga Agrimania yang ditanam Urip bisa menghasilkan 2 ton. Satu butir buah mangga Agrimania bisa berbobot mencapai 600 gram bahkan mencapai 1,2 kilogram.
Setiap hari kebun mangga Agrimania milik Urip dibantu tujuh belas karyawan membungkus buah tersebut. Pembungkusan dilakukan dengan tujuan agar terhindar dari hama dan pertumbuhan buah tersebut cepat berkembang.
Meski dilanda pandemi COVID-19, buah mangga Agrimania justru diburu para pembeli dari berbagai daerah. Saat ini, harga mangga agrimania dijual dengan harga Rp200 ribu rupiah perkilogram.
Dalam satu tahun buah mangga agrimania dua kali panen, yakni September dan April. Tak heran pemilik kebun buah ini bisa meraup keuntungan sangat besar.
Urip mengatakan, usaha kebun buah Agrimania ini berawal saat mendapatkan pembinaan dari corporate social responsibility (CSR) Pertamina dan mengikuti pelatihan sarana perkebunan.
Selain pembinaan, Urip juga mendapatkan bibit mangga Agrimania sebanyak 2.000 batang. "Hasil buah mangga melimpah dan bisa dipasarkan ke Eropa dan TImur Tengah. Seperti Belanda. Nilai jual mangga Agrimania tinggi ketika masuk ke pasar internasional," kata Urip.





